Cara Mendidik Anak Secara Islami

Cara mendidik anak secara islami – Islam adalah agama yang kaffah (comprehensif). Seluruh aspek kehidupan manusia telah diatur secara baik dalam Islam, salah satunya adalah bagaimana cara mendidik anak yang baik. Cara mendidik anak secara islami dari usia balita sampai dengan dewasa telah diatur dalam Islam. Perlakuan seorang ayah atau ibu kepada anaknya yang masih balita tentu berbeda dengan perlakuannya kepada anak yang telah beranjak remaja. Islam memandang penting tentang cara Mendidik anak sejak dalam kandungan, mendidik anak usia dini, mendidik anak balita dan mendidik anak remaja.

Simak cara mendidik anak secara islami berikut ini:
1. Mendidik anak saat masih dalam kandungan
Sebaiknya seorang ibu senantiasa menyibukkan diri dengan berdzikir Sebagaimana yang telah disarankan para ulama, bahwa hendaknya setiap wanita hamil memperbanyak dirinya dengan membaca Al-Qur’an dan berdzikir. Pada masa kehamilan di trimester kedua, dimana ruh telah ditiupkan, para pakar mengemukakan bahwa janin telah dapat mendengar apa yang ada di sekeliling mereka. Maka hendaknya ibu memperbanyak mendengarkan ayat-ayat Allah pada janinnya, atau ayah membisikkan kalimat-kalimat thayyibah sambil membelai perut istrinya. Dengan mengamalkan cara mendidik anak secara islami tersebut bukan hanya memberi manfaat bagi sang janin tapi juga bagi ibu dan ayahnya.

2. Pada saat menyambut kelahiran
Mentahnik bayi dengan kurma dan mendoakan keberkahan atasnya adalah salah satu cara mendidik anak secara islami juga. Tak banyak orangtua yang memahami bahwa tahnik adalah sunnah Nabi yang sangat dianjurkan saat bayi baru lahir. Tahnik adalah memasukkan kunyahan/lumatan buah kurma ke dalam mulut bayi yang baru lahir dan menggosokkannya dengan lembut di langit-langit mulut bayi sampai seluruh bagian dari mulut bayi tersebut terolesi dengan sari buah kurma. Jika kurma sulit untuk didapat, boleh diganti dengan sari kurma yang sudah jadi atau madu.

Apakah tidak bahaya bagi bayi?

Bayi yang baru lahir terutama bayi yang lahir prematur atau bayi dengan berat lahir kurang, memiliki kandungan glukosa yang sangat kecil dalam darahnya (umumnya hanya di bawah 30mg per 100 ml darah). Jika kekurangan zat gula ini tidak segera dipenuhi, biasanya bayi akan mudah menolak ASI ibunya, otot-ototnya lemas, gangguan syaraf, bahkan berujung pada kematian. Biasanya, dokter akan memberikan tambahan zat gula pada bayi baru lahir yang kurang berat badannya atau prematur mellaui infus atau langsung melalui mulut. Yakinlah bahwa cara mendidik anak secara islami sesuai yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW dapat mendatangkan kebaikan bagi anak.

cara mendidik anak secara islami

cara mendidik anak secara islami

3. Mendidik anak usia dini
Pendidikan anak usia dini yang baik akan memberikan kesempatan yang lebih besar untuk menjadikan satu generasi lebih baik. “Tuntutlah ilmu sejak dari buaian bunda” kira-kira itulah yang terkandung dalam sabda Rosulullah Saw.yang menganjurkan kepada orang tua muslim untuk memberikan pendidikan pada anaknya sejak dari buaian bahkan sejak dalam kandungan ibu. Dalam Al-Qur’an juga banyak kita jumpai ayat-ayat tentang cara mendidik anak secara islami diantaranya, surat Al-Alaq ayat 1-5 yang artinya: ” Bacalah, bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang telah menghidupkan, yang menghidupkan manusia dari kegelapan, bacalah dengan nama Tuhanmu yang mengajarkan.”

Dari kata-kata pertama pada ayat tersebut adalah merupakan perintah untuk belajar kepada manusia. Kita tidak perlu menunggu anak berusia enam tahun atau bisa membacakan sebuah buku. Kita bisa memulai membacakan kepada anak sejak awal kelahirannya dan sejak balita.

4. Cara mendidik anak remaja.
Mungkinkah ada cara mendidik anak remaja tanpa terkesan menggurui? Bisa saja. Yang perlu diperhatikan dalam cara mendidik anak secara islami bagi anak remaja adalah, bagaimana kondisi keluarga terlebih dahulu. Seorang anak dengan kondisi keluarga yang tidak harmonis tentu akan sulit jika diberikan pengertian mengenai bagaimana berteman dengan lawan jenisnya. Dan ini menjadi tanggung jawab orang tua untuk memberikan pengertian secara pelan-pelan. Pendidikan yang paling bagus tetaplah contoh nyata dari orang tua dan keluarganya. Contoh ini akan menjadi fondasi bagi anak-anak remaja saat melangkah menuju masa dewasa sehingga mereka menjadi manusia yang bertanggung jawab. Karena itu, sebagai orang tua, perhatikanlah bagaimana cara mendidik anak remaja tanpa terkesan menggurui. Jika kita menginginkan anak remaja kita menjadi anak yang shalih dan shalihah, maka kita sebagai orang tua terlebih dahulu harus menjadi orang tua yang shalih dan shalihah. Dengan begitu seorang anak akan memiliki panutan untuk dicontoh.

Berikut salah satu contoh cara mendidik anak secara islami agar anak menjadi mandiri.

,

About agamal

Working as an Internet Marketing Manager
No comments yet.

Leave a Reply

Visit Us On TwitterVisit Us On FacebookVisit Us On Linkedin